Jakarta – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah dipilih sebagai penerima penghargaan Clean Air Championship Awards Tingkat Nasional tahun 2024.
Penghargaan bergengsi ini diberikan karena Pemprov Sumsel berhasil melakukan langkah konkrit dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, kebun, dan lahan (kahutla), yang berdampak pada terciptanya udara bersih dan lingkungan yang lebih baik di wilayah tersebut.
Pj Gubernur Sumsel, H Agus Fatoni, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Drs H Edward Candra MH, menerima Penghargaan Clean Air Championship Awards di IPB International Convention Center, Kota Bogor pada Rabu, 27 Maret 2024.
Upacara pemberian penghargaan tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ir. Thomas Tandi Bua A.N. M.Sc., Raffles B Panjaitan, hingga Prof. Bambang Hero Suharjo.
Baca Juga : Inspirasi Kebaya Wisuda Modern
Komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mengendalikan kebakaran lahan dan kehutanan terus menerus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Diperkuat oleh pengarahan dan motivasi dari Pj. Gubernur Sumsel, Dr. Drs. A Fatoni, sekaligus sebagai Komandan Satgas Karhutbunla, daerah ini melibatkan pengamanan melalui kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah Pusat dan Daerah hingga ke tingkat Desa dan Pelaku Usaha dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Drs. H. Edward Chandra, MH, menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas apresiasi ini, yang merupakan hasil dari dedikasi tinggi dan kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan.
Prof. Bambang Hero Suharjo menambahkan bahwa penghargaan ini bertujuan mendukung berbagai pihak dalam menciptakan udara bersih serta memotivasi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kualitas udara.
Kriteria penilaian untuk meraih Penghargaan Clean Air Championship Awards adalah dedikasi tinggi, bekerja dengan sepenuh hati, berhasil menekan dan mengendalikan kebakaran lahan jika terjadi, dan mampu mengadakan pelatihan serta sosialisasi terkait dengan Karhutbunla.
Semua penerima penghargaan juga telah membuktikan area kerjanya sebagai tempat referensi utama dalam pengendalian Karhutbunla.
