Puncak Hari Bhayangkara ke-80, Polri memperkuat pelayanan proaktif lewat berbagai program yang menjangkau masyarakat sebelum mereka melapor, mulai dari optimalisasi layanan darurat Polisi 110 bakti kesehatan gratis yang telah melayani lebih dari 660 ribu warga di seluruh Indonesia, hingga bedah rumah di 80 titik. Rangkaian ini menegaskan bahwa Polri ingin memastikan masyarakat merasa aman bahkan sebelum masalah terjadi.
Polri tidak menunggu laporan masuk untuk bertindak. Personel di berbagai daerah rutin mendatangi warga lewat patroli dialogis dan program sambang, sementara di Jawa Barat, Polda Jabar terus mengoptimalkan layanan darurat Polisi 110 yang bisa diakses masyarakat selama 24 jam penuh tanpa biaya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa layanan ini dirancang agar warga tidak perlu ragu meminta bantuan kapan pun mereka membutuhkannya.
“Melalui layanan Polisi 110, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian darurat, gangguan kamtibmas, atau membutuhkan bantuan kepolisian kapan pun dan di mana pun. Petugas kami siap merespons secara cepat, ramah, dan profesional,” ujar Hendra.
Pendekatan serupa terlihat dalam program bakti kesehatan yang digelar Polri sejak 1 Juni hingga 1 Juli 2026 di seluruh Indonesia. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mencatat total 664.975 layanan kesehatan telah diberikan, mulai dari pemeriksaan gratis, operasi katarak, khitan massal, hingga pemeriksaan stunting, dengan melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan.
Manfaatnya dirasakan langsung oleh warga seperti Sahida, seorang pengemudi ojek daring di Bekasi yang selama ini menahan keluhan saraf kejepit karena kesibukan bekerja. Ia akhirnya memeriksakan diri saat Polri menggelar bakti kesehatan di Satpamobvit Polres Metro Bekasi.
“Saya ikut pemeriksaan kesehatan karena ada keluhan saraf kejepit yang sudah cukup lama dan sampai sekarang masih terasa, terutama di kaki sebelah kiri,” kata Sahida.
Selain layanan darurat dan kesehatan, Polri juga meluncurkan program bedah rumah di 80 titik di berbagai wilayah Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang membutuhkan hunian layak. Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini lahir dari semangat pengabdian, bukan sekadar seremoni tahunan.
Dari nomor darurat yang selalu siaga hingga tenaga kesehatan yang mendatangi kampung-kampung, Polri berupaya menghadirkan pelayanan yang menjangkau masyarakat lebih dulu, sebelum mereka sempat mengetuk pintu meminta bantuan.
