Sukabumi – Dalam persiapan menyambut arus mudik Lebaran tahun 1447 Hijriah yang kian dekat, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum., selaku Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, bersama jajaran Pejabat Utama Korlantas, melakukan peninjauan langsung pada Kamis (19/2/2026) terhadap Tol Fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Peninjauan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis yang sangat penting guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas di jalur arteri nasional yang menghubungkan kawasan Bogor dengan Sukabumi.
Irjen Pol Agus menekankan bahwa pengoperasian Tol Fungsional Bocimi Seksi 3, yang membentang dari Parung Kuda hingga Exit Karang Tengah, merupakan upaya krusial dalam mengurai kepadatan kendaraan dari arah Jakarta. “Kendaraan yang menuju Pelabuhan Ratu atau Cibadak akan dialihkan keluar melalui Exit Tol Parung Kuda (KM 72). Ini adalah upaya konkret untuk menghemat waktu perjalanan sekaligus mengurangi titik kemacetan yang kerap terjadi,” ujarnya.
Dalam pengamatan langsungnya, sepanjang 5 kilometer jalan tol yang akan beroperasi fungsional ini ditujukan untuk memecah arus lalu lintas di jalur arteri nasional, khususnya menghindari kemacetan parah di Pasar Cibadak, yang selama ini menjadi titik rawan kepadatan kendaraan.
Lebih lanjut, kendaraan dari Jakarta yang ingin menuju pusat Kota Sukabumi diarahkan masuk ke tol fungsional dan keluar melalui Exit Karang Tengah agar melanjutkan perjalanan melalui jalan nasional. Skema rekayasa lalu lintas ini secara situasional akan diatur oleh kepolisian untuk menyesuaikan dengan kondisi arus di lapangan. “Arus dari Jakarta dapat dipecah menjadi dua jalur; satu melalui jalur arteri dan satu lagi melalui tol fungsional,” kata Irjen Agus yang menunjukkan pemahaman mendalam akan kompleksitas rekayasa lalu lintas ini.
Direktur Utama PT Trans Jawa Barat, Abdul Hakim, menjelaskan sisi teknis pembangunan ruas tol ini. “Ruas sepanjang kurang lebih 5 kilometer dari Parung Kuda sampai Karang Tengah ini memang disiapkan operasi fungsionalnya guna mendukung mobilitas masyarakat, terutama saat puncak arus mudik dan balik Lebaran,” ungkapnya. Menurut Abdul Hakim, keluaran di Karang Tengah sudah dihubungkan ke jalan nasional yang telah melewati beberapa titik padat, termasuk Pasar Cibadak, sehingga pemecahan arus pada titik-titik tersebut bisa optimal.
Dari perspektif yang lebih luas, pengoperasian tol fungsional Bocimi ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan wujud nyata tanggung jawab pemerintah dan aparat kepolisian dalam memastikan kelancaran transportasi publik sekaligus mencegah kerugian sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh kemacetan panjang. Tol yang mulai sering disebut sebagai “arahtujuan strategis” ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek hingga jangka menengah sebelum tol permanen sepenuhnya beroperasi.
Namun, sekalipun penuh harapan, perlu juga dicermati aspek pengelolaan dan kesiapan unsur pelaksana di lapangan, termasuk koordinasi intensif antara Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Jawa Barat untuk menjalankan rekayasa lalu lintas yang adaptif dan responsif terhadap dinamika situasi di lapangan. Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk ikut memahami perubahan skema arus lalu lintas guna bersama-sama mencapai mudik yang aman, lancar, dan nyaman.
Keseriusan penggelaran tol fungsional Bocimi ini menyiratkan perhatian besar terhadap peristiwa mudik yang tidak saja ritual tahunan nasional tetapi juga refleksi kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas nasional yang lebih cakap dan berorientasi masa depan.
Sumber: Korlantas Polri
